Workshop Percepatan CPCL Program Hilirisasi Perkebunan Tahun 2026 Digelar di BRMP Sulawesi Selatan
Makassar (12/06/26) – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan menyelenggarakan Workshop Percepatan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) Program Hilirisasi Perkebunan Tahun 2026 yang bertempat di Aula BRMP Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 22 kabupaten di Sulawesi Selatan sebagai upaya mempercepat proses identifikasi dan verifikasi calon penerima manfaat serta lokasi program hilirisasi perkebunan tahun 2026.
Kegiatan workshop dibuka secara resmi oleh Kepala BRMP Sulawesi Selatan. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Mars BRMP Sulawesi Selatan sebagai bentuk penguatan semangat dan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, khususnya subsektor perkebunan.
Pada sesi pemaparan materi, narasumber pertama Dr. Ir. Abdul Haris Bahrun, M.Si menyampaikan materi berjudul “Hilirisasi Perkebunan untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa hilirisasi perkebunan merupakan salah satu strategi penting untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas perkebunan melalui pengolahan hasil di tingkat lokal. Dengan adanya hilirisasi, petani tidak hanya menjual produk mentah, tetapi juga dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dari produk olahan yang memiliki nilai tambah tinggi. Selain itu, hilirisasi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.
Selanjutnya, narasumber kedua Prof. Dr. Ir. Rismaneswati, SP., M.P menyampaikan materi berjudul “Keterlibatan Masyarakat Sipil dalam Mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian dalam Rangka Percepatan CPCL Program Hilirisasi Perkebunan”. Pada kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya peran masyarakat sipil, kelompok tani, pendamping lapangan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan program strategis Kementerian Pertanian. Keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi faktor kunci dalam memastikan proses identifikasi CPCL berjalan secara tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Workshop berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta dari 22 kabupaten. Berbagai masukan, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi daerah dalam penyusunan usulan CPCL menjadi bahan diskusi untuk menyempurnakan pelaksanaan program di tahun mendatang.
Sebagai tahapan akhir kegiatan, dilaksanakan sesi verifikasi usulan CPCL perkebunan dari 22 kabupaten di Sulawesi Selatan. Verifikasi ini bertujuan untuk memastikan kelengkapan, kesesuaian, dan validitas data calon petani maupun calon lokasi yang diusulkan, sehingga program hilirisasi perkebunan tahun 2026 dapat dilaksanakan secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Melalui workshop ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen seluruh pihak dalam mendukung percepatan penyusunan CPCL Program Hilirisasi Perkebunan Tahun 2026, sekaligus memperkuat upaya peningkatan produktivitas, nilai tambah, dan kesejahteraan petani perkebunan di Sulawesi Selatan.
(QN)